hardiknas
    Peringkat 4 Lomba Blog Hardiknas 2011

Sabtu, 23 April 2011

Tujuan pendidikan di Indonesia


Kasus Ijazah palsu Gubernur Banten (Detik.com)
Akhir-akhir ini, Lembaga pendidikan di Indonesia seperti mesin pencetak mesin ijazah. Agar laku, sebagian dari mereka memberikan iming-iming yang menarik seperti "lulus cepat", "status disetarakan", "langsung dapat ijazah", dsb. Apa yang bisa diharapkan dari lembaga pendidikan yang hampa idealisme seperti itu?. Mungkin bila Ki Hadjar Dewantara masih hidup, beliau pasti akan menangis melihat kondisi pendidikan di Indonesia saat ini, yang sudah sangat jauh dari tujuannya di pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yaitu, "Mencerdaskan kehidupan bangsa".

Kebijakan sistem pendidikan baru di Indonesia yang penuh diskriminasi


Sumber : Dokumentasi pribadi
Akhir-akhir ini Harian Kompas selalu menyoroti kondisi pendidikan di Indonesia dalam rubriknya, Pendidikan & Kebudayaan. Namun ada satu artikel yang menarik hati saya dalam menuliskan intisarinya di dalam blog ini yaitu artikel mengenai pemerintah Indonesia yang membuat rancangan sistem pendidikan baru yang bertujuan untuk meningkatkan performa pendidikan di Indonesia pada sekitar awal bulan April lalu.

Jumat, 22 April 2011

Tingkat pendidikan di Indonesia dimasa kolonialisme Belanda


1.   1. Pendidikan rendah setingkat Sekolah Dasar
1.1   Sekolah berbahasa Belanda :
Gedung ELS (Sumber : virtueelindie.nl)
1.1.1          Europesche Lagere School (ELS) – Sekolah rendah yang didirikan tahun 1817 ini diperuntukkan bagi keturunan Eropa, Timur asing dan tokoh terkemuka dari pribumi dengan masa belajar selama 7 tahun.
1.1.2          Eerste Klasse School – Sekolah yang didirikan pertama kali tahun 1908 ini disebut juga “Sekolah Kelas Satu” yaitu sekolah yang diperuntukkan bagi anak-anak bangsawan keturunan pribumi dengan masa belajar selama 7 tahun.